Sekilas Info

LPJ Desa Tapa Diduga Fiktif Ratus Juta DD Raib

www.lensapost.id Kepala Desa Tapa Kecamatan Obi Barat Fardinan Malaku (Foto : Istimewa)

LABUHA - Sejumlah Item pekerjaan yang dituangkan dalam Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Dana Desa pada 2019-2020 Desa Tapa Kecamatan Obi Barat Kabupaten Halmahera Selatan (HalSel) Maluku Utara diduga fiktif.

Akibat LPJ fiktif, Dana Desa Tapa kehilangan Rp,390,734,000,00 juta untuk 2019 dan Rp,350,000,000,00 juta untuk 2020. Hal ini digaan kuat modus yang dilakukan Kepala Desa Tapa Ferdinan Malaku dengan secara sistematis.

Beradasarkan hasil penyelusuran lensapoat.id dalam pekan ini, telah mengantongi APBDS dan LPJ Desa Tapa 2019-2020 terdapat sejumlah item pekerjaan fisik dan non fisik fiktif.

Item pekerjaan diduga fiktif yang tertuang dalam LPJ APBDS Desa Tapa diantaranya.

2019

Dukungan pendidikan bagi siswa miskin yang berprestasi senilai Rp,20,000,000,00 juta.

Pemiliharaan fasiltas jamban/WC umum senilai Rp.30,000,000,00 juta.

Penyelenggaraan Pos keamanan Desa senilai Rp.12,000,000,00 juta.

Penyelenggaraan Festival kesenian adat kebudayaan dan keagamaan Hut RI Rp.27,000,000,00 juta.

Pembangunan Rehabilitas Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat milik Desa senilai Rp. 169, 734,000,00 juta.

Pembina Lembaga Adat senilai Rp,9,000,000,00 juta

Pemeliharaan sarana dan prasarana energi alternatif senilai Rp, 150,000,000,00 juta

2020

Penyelenggara Desa Siaga Kesehatan senilai Rp,28,000,000,00 juta

Pengelola Hutan milik Desa senilai Rp,160,000,000,00 juta

Pengadaan penyelenggaraan Pos Keamanan Desa senilai Rp,25,000,000,00 juta

Penyelenggara Festival Kesenian adat dan keagamaan Hut RI senilai Rp,49,000,000,00 juta.

Penanggulangan Bencana senilai Rp,30,000,000,00 juta.

Kegiatan pembinaan lembaga adat senilai Rp, 18,000,000,00 juta.

Kegiatan pembinaan ummat beragama
Rp, 18,000,000,00 juta.

Kesenian dan sosial budaya senilai Rp,22,000,000,00 juta.

Sementara itu Kepala Desa Tapa Ferdinan Malaku ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (18/6/21) Ferdinan merasa heran, atas sejumlah item pekerjan yang tertuang dalam LPJ Desa Tapa tidak sesuai Pekerjaan yang ada di Desa.

" Masa ada Lapoaran Pertanggung Jawaban (LPJ) tidak ada item pekerjaannya, sementara APBDS 2019-2026 semuanya direalisasikan, jadi yang dikonfirmasi itu memang ada dalam APBDS tapi ko sebesar itu bahkan ada yang naik dua kali lipat dari 2019-2020," Kades Fardinan Malaku.

Fardinan mengakui semua yag ditanyakan masuk dalam APBDS dan sudah tertuang dalam LPJ, DD Tapa namun ia merasa heran ada yang melebihi realisasi anggarannya dan ada yang fiktif. Bahkan ia mengaku akhir-akhir ini kurang perahatikan LPJ sehingga tidak mengetahui benar adanya laporan fikti. (*)

Penulis: M. Tanggule
Editor: Redaksi

Baca Juga