Sekilas Info

Polres Halsel Dinilai Tidak Becus Tangani Kasus

Polres Halsel Dinilai Tidak Becus Tangani Kasus
www.lensapost.id Pengacara Muda Lajamra Hi Jakaria, SH (Foto : Istimewa)

LABUHA - Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Halmahera Selatan(Halsel) Maluku Utara dinilai tidak becus menangani sejumlah kasus, baik kasus tindak pidana pengrusakan dan penganiyaan serta kasus lainya di wilayah hukum Halmahera Selatan.

Pengacara muda Lajamrah Hi Zakaria, SH kepada Lensa Post Kamis (11/2/2021) Lajamra menilai banyak kasus yang tertumpuk di meja Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Halsel hingga kini belum terselesaikan.

"Bukan tanpa alasan, sebagai contoh salah satu kasus Pengerusakan pagar Kantor Bawaslu yang sampai saat ini tidak jelas arah prosesnya, padahal kasus itu sudah sampai pada tahap P19 dengan nama-nama yang telah diperiksa yakni, Ridwan Towara, Leonar Salaudin, Amrul Doturu, Rahmat Syarif namun mereka masih bebas berkeliaran,"beber Lajamra.

Menurut Lajamra, proses dan tahapan penanganan kasus yang ada di Wilayah Hukum Polres Halsel menjadi prioritas Kapolres untuk memastikan apa yang menjadi tanggung jawabnya, sebagai orang nomor satu di jajaran Polres Halsel dan harus diemban sebaik mungkin, agar masyarakat juga bisa mendapat kepastian hukum sehingga masyarakat tidak akan bertanya-tanya akan kinerja dari Polres. Tapi kemudian kejelasan penanganan perkara sampai hari ini pun masih terbilang kabur dan terkesan Polres Halmahera Selatan tidak mampu menangani masalah seperti halnya Pengerusakan yang telah saya sebutkan itu maupun perkara-perkara yang lain.

"Apabila Kapolres sebagai orang nomor satu di jajarannya tidak mampu menuntaskan kasus-kasus pidana yang menumpuk itu maka sebaiknya mundur saja. Agar tidak menjadi batu sandungan bagi masyarakat yang sudah mengadukan laporan dan tidak ada kejelasan penanganan perkaranya sampai hari ini seperti contoh Pengerusakan Kantor Pagar Bawaslu maupun kasus pidana lain," cetusnya.

Dia (Lajamra) juga mengatakan, Beberapa hari kemarin kita dihebohkan dengan tindakan premanisme (Penganiayaan) yang diduga dilakukan oleh oknum anggota Polres Halmahera Selatan terhadap beberapa warga asal Desa Marabose, bahwa sebenarnya Kepolisian yang adalah merupakan pengayom bagi masyarakat kini dikotori oleh tindakan tidak terpuji oknum polisi yang ada dalam lingkup wilayah Polres Halmahera Selatan.

"Atas tindakan aniaya itu saya meminta serta mendesak pelaku penganiayaan terhadap beberapa warga masyarakat Desa Marabose agar diproses sesuai hukum yg berlaku di Indonesia,"tandasnya.

Penulis: Ilham
Editor: Redaksi
Photographer: Istimewa
Sumber: Lensa Post

Baca Juga