Sekilas Info

Masyarakat Obi Halsel Menolak PT. Amazing Tabara dan Meminta Gubernur Profinsi Malut Cabut IUP

www.lensapost.id Warga Desa Sambiki Deklarasi Penolakan PT. Amazing Tabara. Foto (Faisal)

LABUHA - Ribuan masyarakat Desa Sambiki menolak perusahan tambang PT. Amazing Tabara, dan meminta Gubernur Abdul Gani Kasuba, untuk cabut IUP PT Amazing Tabara. Penolakan itu berdasarkan hasil pertemuan masyarakat dan Pemerintah Desa Sambiki Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera selatan Profinsi Maluku Utara.

Rilis yang diterima lensapost kamis, (28/1). Sala satu toko pemuda Desa Sambiki Faisal Rumpai mengatakan, ijin yang dikeluarkan Gubernur Profinsi Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, dengan nomor SK IUP PT amazing Tabara 502/7/DPMPTSP/XI/2018, luas kaplingnya 4655 hektar yang masuk di wilayah tiga Desa, Desa Sambiki, Desa Anggai dan Desa Air Mangga

Faisal mengatakan, Desa Sambiki dimana wilyah Desanya masuk dalam wilayah IUP pertambangan dari areal perkebunan warga sampai pada pemukiman warga, tentu IUP PT amazing Tabara ini berpotensi melakukan penyingkiran masyarakat besar-besaran, mulai dari pembebasan lahan perkebunan sampai pada pembebasan pemukiman warga

"Desa sambiki ijin wilayah IUP pertambangan luas kampilngnya besar dari areal perkebunan warga, sampai pada pemukiman warga, sementara Desa Air Mangga dan Desa Anggai tidak masuk dalam pemukiman warga,"aku dia

Faisal bilang, jika PT amazing Tabara ini masuk dan mengeksploitasi di belakan kampung Desa Anggai dan Desa Air Mangga, kedepan bisa terancam banjir sebab wilayah Desa Anggai dan Air Mangga bentangan alamnya adalah dataran rendah/tana rata, misalnya sistem penambangan open PIT maka tentu bisa berpotensi banjir pada dua Desa tersebut,

"Apapun sistem penambanganya dimana-mana perusahan itu akan membuka lahan dan menebang kayu pasti akan terjadi penggusuran dan membangun industri/pabrik, disamping itu juga pasti akan dilakukan pembebasan lahan-lahan perkebunan warga,"cetus faisal.

"Tentu ini adalah proses penyingkiran kaum tani di Desa Anggai dan Air Mangga dan dilakukan secarah terstruktur sistematis dan masif lewat proses perijinan,"sambung dia

Dengan begitu, masi kata faisal, masyarakat, menolak kehadiran tambang, dan meminta kepada Gubernur Maluku Utara agar mencabut IUP PT amazing Tabara

"Selanjutnya surat tebusan kami masyarakat (Anggai/red) meminta dukungan dan langka konkrit agar disampaikan kepada DPRD Halsel, Bupati Halsel, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD RI, otoritas adat kesultanan Ternate, kesultanan Tidore, kesultanan bacan, kementrian lingkungan hidup dan Presiden agar IUP PT amazing Tabara di cabut oleh Gubernur Maluku Utara,"tutur Faisal

Sementara itu Ketua BPD Desa Sambiki Juldin Hj Mas'ud mengatakan masyarakat Desa Sambiki suda 4 generasi dimana tak satupun perusahan yang masuk di Desa Sambiki

Tong pe tete dotu, tong p tete tong p papa sampe Torang ini hidup di Desa ini belum ada satupun perusahan pertambangan yang bikin IUP Produksi di tong pe dalam Kobong, kali ini baru PT amazing Tabara bikin IUP produksi di tong pe dalam Kobong dan sebagian IUP itu masuk di tong pe dalam kampung,"kesalnya.

Penulis: Ilham
Editor: Redaksi
Sumber: Lensa Post

Baca Juga