Sekilas Info

Cabuli Adik Ipar Masih Dibawah Umur, Pelaku Terancam 15 Tahun Kurungan

Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Said Aslam./Istimewa

HALSEL- Seorang pria berinsial SN (32) diduga kuat bersekongkol dengan isterinya berinsial ND (30) sala satu Desa di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melakukan perbuatan pencabulan terhadap adik iparnya berinsial NF (16) tahun, terancam hukuman maksimal 15 Tahun dan minimal 5 Tahun Penjara.

"Berdasarkan hasil visum, pria tersebut terbukti melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur hingga 3 kali di rumah sendiri."kata Kasat Reskrim Polres Halsel, AKP Said Aslam, ketika dikonfirmasi wartawan Selasa (27/1/2021).

Said menyebut, pelaku diamankan setelah pihak keluarga korban melaporkan dugaan sekongkol pencabulan anak di bawah umur dengan Laporan Nomor : STPLP / 07 / 1 SPKT.

"Untuk tersangka (SN) saat ini mendekam dalam Sel Tahanan Polres Halsel. Sementara ND yang merupakan isteri pelaku SN masih dalam tahanan bebas," ungkap dia

Selanjutnya lanjut Said, pihaknya akan merampungkan berkas agar bisa diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha.

"Dalam waktu dekat ini, Berkas Tahap I akan dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Labuha," akunya.

Adapun kronologis kejadian itu, Said, mengungkap berdasarkan pemeriksan yang di benarkan terlapor bahwa pada sekitar Desember 2020, korban sudah Tiga kali di setubuhi. Namun kejadian pertama dan ke Dua, pelaku mengaku sudah lupa, sedangkan untuk kejadian ke Tiga terjadi sekitar pada Jumat 24 Desember 2020.

"Sekitar Jam 18.30 WIT. Istrinya yang tak lain kaka kandung korban sendiri datang di rumah orang tua korban untuk mengajak korban ke rumah. Sesampainya di rumah kedua pasangan suami istri itu, korban di perintahkan masuk di dalam kamar. Pada saat di dalam kamar, korban di bujuk pelaku untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Setelah korban dibujuk, korban pun mengikuti permintaan pelaku untuk berhubungan badan dengannya. Setelah berhubungan badan dengan pelaku, korban kembali diperintahkan pulang ke rumah orang tua-Nya," jelasnya.

Kemudian dari hasil pemeriksaan, masi kata Said, pihak penyidik menilai kedua pasangan suami istri merupakan terlapor. Maka keduanya dijadikan sebagai tersangka.

"Dalam kasus ini, suami sebagai pelaku utama, sedangkan isterinya sebagai pelaku turut membantu atau turut memberikan kesempatan atau sarana untuk melakukan kejahatan,"terangnya

Dengan demikian, Atas perbuatan kedua pelaku pasangan suami istri tersebut dijerat pasal 76D ayat (1) Jo pasal 81 ayat (1) atau ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo pasal 56 ayat (1) atau ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal Penjara 15 Tahun dan minimal 5 Tahun Penjara dan denda sebesar Rp 5 juta. Tamba Said Aslan.

Penulis: Ilham
Editor: Redaksi
Sumber: Lensa Post

Baca Juga