Sekilas Info

Polda Malut Dituntut Tindak Oknum Polisi Represif Terhadap Mahasiswa

www.lensapost.id
Lensa Post Ratusan Mahasiswa Saat Hearing Terbuka Dengan Wakapolda Malut di Depan Mapolda Terkait Intimidasi Sejumlah Mahasiswa oleh Oknim Polisi (Foto.Danial/lensa)

TERNATE - Aksi puluhan mahasiswa dari Perguruan Tinggi di Kota Ternate mendatangi Polda Maluku Utara, untuk menuntut keadilan atas tindakan kekerasan Oknum Kepolisian terhadap beberapa puluhan mahasiswa, saat aksi Omnibuslaw di Kantor Wali Kota. Rabu 04/10/2020.

Masa yang mengatasnamakan Fron MABAR (Maluku Utara Bergerak) itu gelar aksi di depan Polda Malut dengan membawa beberapa tuntutan yang menyangkut dengan tindakan represif pihak kepolisian terhadap mahasiswa, dalam mengawal aksi Omnibuslaw di Kota Ternate.

Ketua Umum HMI Cabang Ternate, Safrudin Taher, dalam orasinya mengatakan, kami menuntut atas tindakan Represif yang di lakukan oknum Kepolisian terhadap Mahasiswa.

"Karna tindakan tersebut dianggap melanggar peraturan Kapolri No 16 tahun 2006 Tentang Pengendalian Masa dan No 8 tahun 2009, Tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan No 7 tahun 2012, tentang tata cara penyelenggaraan pelayanan pengamanan dan pengamanan menyampaikan pendapat di muka Umum serta, No 2 tahun 2002, tentang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia,"Jelasnya.

www.lensapost.id
Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Mapolda Terkait Intimidasi Sejumlah Mahasiswa oleh Oknim Polisi (Foto.Danial/lensa)

Dalam aksi ini ada beberapa tuntutan, kata Safrudin yaitu, meminta kepada Kapolda (Malut) agar menindak tegas Oknum Kepolisian Yang Represif terhadap mahasiswa, Kapolda Maluku Utara segera melakukan pemecatan terhadap Komendan Regu Dalmas yang telah membubarkan Masa Aksi secara Represif, dan pemerintah provinsi segera keluarkan surat Penolakan RUU Omnibuslaw cipta kerja No 11 tahun 2020,"jelas Safrudin dalam orasinya.

"Kapolda harus segera melakukan hering terbuka dengan masa aksi. Jika tuntutan kami tidak di akomodir makah kami akan mendesak Presiden untuk memecat Kapolda Malut karena diduga Sengaja Mencederai Hak Asasi Manusia (HAM),"tegas Safrudin.

Sementara itu, Wakil Kapolda Malut Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, di dampingi Kabid Humas Polda AKBP Adip Rojikan, dan jajarannya ketika bertemu dengan masa aksi menyatakan bahwa, "terkait dengan tuntutan mahasiswa hari ini akan kami sampaikan kepada Kapolda Maluku Utara (Malut), Untuk di tindak lanjuti," kata Akbar

Di ketahui Aksi yang di lakukan mulai pada pukul 14:30,siang hingga sore hari, dapat berjalan dengan damai hingga masa pun membubarkan diri secara tertib.

Penulis: Danial Umamit
Editor: Redaksi
Photographer: Danial
Sumber: Lensa Post

Baca Juga