Sekilas Info

Forum Pimred Desak Polda Malut Tindak Oknum Polisi Intimidasi Wartawan

www.lensapost.id
Lensa Post Aksi unjuk rasa Forum Pimpinan Redaksi (Pimred) Malut Gelar Aksi di Depan Polda Malut Mengutuk Keras Tindakan Represif Anggota Polisi Terhadap Wartawan (Foto.Danial/lensa)

TERNATE - Aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Forum Pimpinan Redaksi (PIMRED) Maluku Utara pada senin siang di depan polda Maluku Utara, atas insiden tindakan intimidasi yang di lakukan oleh oknum kepolisian terhadap wartawan. (21/10/)

Masa aksi meminta polda Maluku Utara segera mengusut tuntas kasus tindakan represif oknum kepolisian terhadap wartawan, yang melakukan peliputan di Kantor Walikota Ternate, karena telah melanggar undang undang tentang perlindungan Pers itu sendiri.

Kapolda Malut Brigjen Pol Rikwanto saat menemui Masa wartawan menyatakan, kami pihak kepolisian dan wartawan akan tetap satu Mitra, hari ini besok dan selamnya.

"Atas insiden pengusiran wartawan, itu karena adanya miskomunikasi serta kelalaian Polisi terhadap profesi wartawan, yang bertugas di lapangan sehingga terjadi gesekan secara fisik,"Brigjen Pol Rikwanto.

Kapolda juga Meminta maaf kepada seluruh Wartawan atas tidak represif oknum kepolisian terhadap wartawan,
"Kami minta maaf atas tindaka represif anggota kami di lapangan, kedepan tidak akan terulang lagi, sebab kami sangat menghormati profesi wartawan yang telah menyampaikan aspirasi dan informasi untuk kepentingan bangsa,"ujarnya.

Kapolda juga mengakui bahwa ada kurangnya pemahaman terhadap kepolisian sehingga kami akan melakukan sosialisasi tentang tugas tugas media, serta bagaimana menghargai media. Sehingga tidak lagi terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Sementara itu sala satu peewakilan Media menyampaikan, menyatakan pikiran dan pendapat merupakan hak asasi manusia yang tidak dapat di hilangkan dan harus dihormati. Rakyat Indonesia telah memilih dan berketetapan hati melindungi kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat itu dalam Undang-Undang Dasar 1945. Kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat dan bagian penting dari kemerdekaan menyatakan pikiran dan pendapat.

"Wartawan adalah pilar utama kemerdekaan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan tugas profesinya wartawan mutlak mendapat perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers,"tandasnya.

Yunita selaku korban intimidasi di lapangan, meminta kepada Kapolda harus mengambik sikap tegas dalam menindak oknum pelaku yang tidak berprilaku kemanusiaan, kami juga kecewa atas anggota polisi, yang sengaja bentak wartawan dengan "Nada kalimat,"ngoni pe (Kalian pake) undang-undang apa," teriaknya kepada wartawan.

"Kami dari media juga meminta agar sanksinya harus di di perjelas, entah oknum itu di mutasi atau di berhentikan dari jabatannya, karna kami akan mengawal proses ini sampai di Mabes Polri,"tutupnya.

Penulis: Danial Umamit
Editor: Redaksi
Photographer: Danial
Sumber: Lensa Post

Baca Juga