Sekilas Info

GMKI Desak Kejari Halbar”Lidik”Tiga Item Pekerjaan di Dinas PUPR Halbar

Lensapost.id
Lensa Post GMKI Halbar Gelar Aksi di depan Kantor Bupati Halbar (Foto.Gufran/lensa)

JAILOLO - Badan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, melakukan aksi didepan Kantor Bupati Halmahera Barat(Halbar) mendesak Kejaksaan Negeri Hlbar Segera Lidik Tiga Item Pekerjaan pembangunan Jalan yang diduga bermasalah.

"Kami yang tergabung dalam pengurus GMKI Halbar mendesak Kejari untuk segera memeriksa atas proyek-proyek yang diduga kuat bermasalah,"Ungkap Ketua GMKI Halbar Foxset Nyong 10/08/20.

Dalam orasinya,foxset mengatakan Proyek-proyek yang diduga bermasalah, yakni jalan Going-Kedi, Matui-Tataleka,dan Tacim Tabobol.
Foxset, berharap kepada Kejaksaan segera memanggil atas dugaan keterlibatan oknum-oknum dalam sejumlah proyek-proyek yang bermasalah mulai dari tahun 2016 hingga sekarang.

Dia juga menjelaskan tiga Item proyek yang bermasalah,pembangunan sertu jalan Matui - Tataleka Kecamatan Jailolo yang kontraknya pada 02 Agustus 2017, nilai kontrak Rp11.203.500.000 miliar, dengan jangka waktu kontrak selama 150 hari kalender terhitung dari tanggal 03 Agustus 2017 sampai dengan 29 Desember 2017 fakta di lapangan membuktikan jalan Matui - Tataleka tidak selesai.

Selain itu juga proyek jalan tanah ke aspal, II segmen ruas Tacim-SP Tabobol 6,5 KM Kecamatan Sahu yang tak kunjung selesai di kerjakan, dengan pagu anggaran 39 miliar sumber anggaran dari pinjaman Pemda Halbar tahun 2018 dan harus selesai 30 April 2029 dan juga progres pembangunan jalan Goin - Kedi kecamatan Loloda dan Kecamatan Tabaru Kabupaten Halbar sejauh 21 KM dari jalan tanah ke aspal (hotmix) dengan pagu anggaran Rp 51 miliar dan nilai kontrak sebesar Rp49.454.600.000 bersumber dari Dau/Pinjaman Pemda Halbar tahun 2018, waktu pekerjaan 210 hari kalender, kontrak 02 Oktober 2018 dan berakhir proyek pembangunan 100 persen 30 April 2019, sudah hampir 3 tahun pekerjaan belum mencapai 70 persen.

"Kami minta agar Pemda segera selesaikan atau pertanggungjaab beberapa tuntutan kami terkait infrastruktur jalan yakni, jalan Goin Kedi, Jalan Matui Tataleka, jalan Tacim-SP Tabobol,"kata Foxset.

Sementara Kepala PUPR Kabupaten Halmahera Barat Yusuf menjelaskan terkait Tiga Item Proyek ini, salah satunya sudah putus kontrak, yaitu Matui Tataleka, sementara dua item proyek yakni Going-Kedi dan Tacim Tabobol telah selesai di kerjakan tetapi belum ada pembayaran, katanya.

Yusuf mengakui bahwa jalan Matui-Tataleka itu temuan tetapi proyek tersebut sudah putus kontrak, makanya kami tidak lagi soal jalan Matui Tataleka, ungkap Yusuf. (Cr)

Penulis: Gufran Kalfangare
Editor: Redaksi
Photographer: Gufran
Sumber: www.lensapost.id

Baca Juga