Sekilas Info

Konflik Musdes BLT Desa Orimakurunga Diselesaikan Pendamping Desa dan Pendamping Kabupaten

Lensa Post
Lensa Post Pendamping Desa dan Pendamping Kabupaten Halmahera Selatan saat memediasi persoalan penolakan Musdes Khusus validasi, finalisasi data calon penerima BLT di Kantor Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan (Foto : Mud/lensa)

LABUHA - Pendaping Desa dan pendamping Kabupaten Halmahera Selatan Hadir sebagai solusi penyelesaian konflik Musyawara Desa (Musdes) Khusus untuk validasi, finalisasi dan penetapan data Kepala Keluarga (KK) calon penerima Bantuan Langusng Tunai (BLT) Desa Orimakurungan Kecamatan Kayoa Selatan.

Sebelumnya. Musdes Khusus pada Minggu 23 Mei lalu terjadi konflik antara sekelompok Mahasiswa mengatasnamakan Ikatan Pemuda dan Pelajar dan Mahasiswa Orimakurunga (IPPMOR) dan sekelompok Masyarakat menggelar aksi untuk menolak Musdes tersebut di laksanakan hingga Pemerintah Desa (Pemdes) menghadirkan Pendamping Desa.

Patauan Media ini Senin (8/6/2020) Pemdes Orimakurung menghadirkan Pendaping Desa dan Kabupaten untuk memenuhi tuntutan massa aksi. Namun sayangnya kehadiran Pendamping Desa dan Kabupaten pada Musdes Khusus sempat terjadi konflik hingga mic yang di pegang Ibu Mansi Sangadji selaku Pendamping Kecamatan dirampas sala satu Mahasiswa dan dibanting hingga patah.

Hal ini dipicu ketika Ibu Masni Sangadji melakukan validasi dan finalisasi data nama-nama calon penerima BLT, dan diminta masyarakat mencermati apakah layak atau tidak layak sehingga di putuskan bersama pada Musdes Khusus BLT tersebut.

Usai memvalidasi data calon penerima BLT dan bersama memutuskan nama yang di bacakan semuanya layak. Namun putusan itu tidak diterima oleh sekelompok Mahasiswa dan segelintir masyarakat karena mereka juga inginkan mendapat bagian dari pembagian BLT.

Sementara validasi, finalisasi data calon penerima BLT, yang di bacakan Ibu Masni Sangadji terdapat sebanyak 108 KK yang berhak menerima akan tetapi hal itu dikomplain.

Padahal dalam forum Musdes Khusus BLT sudah di jelaskan regulasi dan mekanisme penyaluran BLT yang di sampikan Edi selaku pendamping Kabupaten.

Edi menjelaskan, penyaluran BLT atas perintah Permendes No. 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes dan PDTT No. 11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan PMK No. 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan atas PMK No. 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa. Jadi kita tidak membantu Pemerintah Desa, tetapi ini kita bicara soal regulasi dan mekanisme," jelasnya.

Namun konfilk tidak menyurutkan semangat Pendamping Desa dan Pendamping Kabupaten untuk menyelesaikan persoalan, menjelang beberapa menit langka persuasif yang di lakukan Pendamping akhirnya sekelompk Mahasiswa dan sekelompok yang mengatasnamakan masyarakat Orimakurung legowo dan menerima nama-nama calon penerima BLT sesuai data yang sudah divalidasi oleh Pendamping Desa dan Kabupaten. (Red)

Penulis: M.Tanggule
Editor: Redaksi
Photographer: M.Tanggule
Sumber: Lensa Post

Baca Juga