Musdes Khusus  Penetapan Calon Penerima BLT Desa Orimakurunga Berakhir Ricuh

Lensa Post
Lensa Post Musdes Khusu Validasi, Finalisasi data Calon Penerima BLT di Kantor Desa Orimakurungan berakhir Ricuh (Foto : M.Rafa/lensa)

LABUHA – Musyawara Desa Khusu untuk validasi, finalisasi  dan penetapan data Kepala Keluarga (KK) calon penerima Bantuan Langusng Tunai (BLT) Desa Orimakurungan Kecamatan Kayoa Selatan Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara Minggu (23/5/2020) berakhir ricuh.

Musdes yanag dihadiri seluruh masyarakat dan Mahasiswa Desa Orimakurunga itu  awalnya berjalan mulus, dalam pembahasan penetapan calon penerima BLT Mahasiswa dan sebagian masyarakat meminta agar pembagian BLT dibagi rata kepada seluruh masyarakat.

Namun belum ada hasil musyawara, Mahasiswa meminta agar hadirkan Ibu Masni Sangadji selaku pendamping Desa Orimakurunga dalam Musdes khusus tersebut, kondisi semakiin memanas akhirnya terjadi keribut antara mahasiswa dan Pemerintah Desa, ketika Brikpa Idrus Usman selaku Bhabinkamtibmas Kecamatan Kayoa Selatan menghubungi pendaping Desa untuk memintai kejelasan soal aturan atau juknis penetepan calon penerima BLT.

“Kami meminta kepada Pemerintah Desa agar hadirkan Ibu Mansi Sangadji selaku pendamping Desa, pada Musdes Khusus untuk penetapan calon BLT, jangan hanya makan Gaji buta tanpa bekerja, ini bicara soal kesejahteraan masyarakat Desa Orimakurungan,”teriakan Mudafar, di sela-sela Musdes Khusus di Kantor Desa Orimakurunga Minggu (24/5/2020).

Sementara Safrudin Ando menilai, Pemerintah Desa tidak maksimal menangani dampak Corona Virus (Covid-19) serta tidak transparansi terhadap penggunaan Dana Desa (DD) di tengah-tengah mewabahnya pandemic Covid-19 sehingga banyak masyarakat keluh terkait  penanganan Covid-19 dari sisi kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Orimakurunga,”cetus Safrudin Ando.

Lensa Post
Musdes Khusu Validasi, Finalisasi data Calon Penerima BLT di Kantor Desa Orimakurungan berakhir Ricuh (Foto : M.Rafa/lensa)

Kericuhan antara Pemerintah Desa dan Mahasiswa pun berlanjut hingga diluar Kantor Desa bahkan saling tarik menarik soal hadirkan pendamping pada Musdes Khusus, hingga seluruh masyrakat Desa keluar menyaksikan gerakan kritis yang di sampaikan mahasiswa, dengan menolak Musdes tersebut.

Menanggapi persoalan ini Kepala Desa Orimakurunga Bahamid H Sukur ketika dikonfirmasi mengatakan,  Musyawara Desa Khusu untuk validasi, finalisasi  dan penetapan data Kepala Keluarga (KK) calon penerima Bantuan Langusng Tunai (BLT) senilai Rp600 ribu per-KK melalui DD 2020 akan dibagi berdasarkan aturan yang sudah diatur dalam Permendes.

“Mekanismenya akan kami salurkan sesuai aturan yang berlaku dengan besaran senilai Rp600 ribu per-KK kepada 108 KK selama tiga bulan. Memang dalam pembahasan Musdes Khus tersebut sebagian masyarakat dan Mahasiswa meminta agar dibagi rata namun karena ini sudah di persoalkan sebelum ada hasil Musdes sehingga kami dari Pemerintah Desa sepakat dibagi berdasarkan aturan,”tandas Kades Bahamid.

Menurutnya, data untuk calon penerima BLT sebanyak 108 KK sesuai dana 25 persen dari DD, maka BLT Desa Orimakurung senilai Rp195 juta dan akan di bagikan kepada 108 KK setelah pencairan tahap  ke-dua dan tidak dibagi rata karena belum ada hasil Musdes Khusus Calon Penerima BLT sudah terjadi keribut yang dipicuh oleh adik-adik Mahasiswa kita maka penyaluran BLT bersadar aturan yang sudah di terapkan dari Pusat.

Sekedar dikathui bahwa BLT di amanatkan dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam rangka menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian Nasional dan/atau stabilitas sistem Keuangan serta peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020  tentang perubahan postur dan rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)Tahun Anggaran 2020 dan PMK 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan TKDD TA 2020 dalam rangka Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasiona

BLT dipedomani, Permendes No. 6 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Permendes dan PDTT No. 11/2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan PMK No. 40/PMK.07/2020 tentang Perubahan atas PMK No. 205/PMK.07/2019 tentang pengelolaan Dana Desa Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 3 tahun 2020 tentang Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Desa melalui APBDes  (Mt/Red)

Penulis: Mahmud
Editor: Redaksi
Photographer: M. Rafa
Sumber: www.lensapost.id

Baca Juga