Perkiraan Curah Hujan April Hingga Mei, BMKG Imbau Masyarakat Malut Selalu Waspada

Lensa Post
Lensa Post Vianca Adjie Dwi Putra, Petugas Prakiraan BMKG Stasiun Kelas I Babullah Ternate (Foto : Danial Umamit/lensa)

TERNATE - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Babullah Ternate, menghimbau masyarakat Maluku Utara (Malut), agar selalu waspada dalam melakukan aktifitas di perairan Laut Malut.

Vianca Adjie Dwi Putra, Petugas Prakiraan BMKG Stasiun Kelas I Babullah Ternate kepada Wartawan Lensa Post. Senin (27/4/2020) mengatakan, sesuai prakiraan BMKG secara umum kondisi cuaca di Wilayah Malut pada akhir bulan April dalam klimatologi, curah hujan mulai meningkat hingga pada akhir Bulan Mei mendatang dan akan terjadi salah satu puncak hujan yang akan mengguyur Wilayah Malut.

"Jadi pada akhir April ini hampir disemua Wilayah Malut, curah hujannya meningkat dibanding dengan bulan-bulan sebelumnya, dalam bulan ini akumulasi curah hujannya di seluruh Wilayah Malut cenderung lebih tinggi dan terutama juga di Kota Ternate,

Diperkiraan pada awal bulan ataupun akhir Mei, kata  akan terjadi puncak hujan dan tidak menutup kemungkin selama bulan Mei juga hujannya akan merata di semua Wilayah Malut, karena secara akumulasi juga merupakan puncak hujan di daerah tersebut, jadi selain curah hujan tinggi pada bulan Desember juga terjadi pada bulan Mei mendatang," jelasnya.

Berdasarkan data terakhir di BMKG Stasiun Kelas I Babullah Ternate, curah hujan yang cukup tinggi itu di dua wilayah selatan yakni, Halmahera Selatan (Halsel) Labuha, sebagian Wilayah Kepulauan Sula, Wilayah Halmahera Timur (Haltim) Subaim, sedangkan untuk di kota Ternate sendiri intensitas curah hujan sedang, hingga lebat, dan trennya hingga beberapa hari kedepan terjadi curah hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi pada pagi dan sore hari.

Lanjut Vianca, untuk angin sendiri secara umum di wilayah Malut bertiup dari arah Selatan hingga arah Utara dengan kecepatan berkisar antara 40 Kilometer per-jam atau 2,20 not dan semuanya sama menyeluruh di Wilayah Malut.

Sedangkan untuk tinggi gelombang paling signifikan, yakni di Wilayah Utara Halmahera diperairan samudera pasifik, dan juga di Laut Halmahera berkisar antara 1,25 dan 2,5 meter, dan di Wilayah lain secara umum seluruh Wilayah Malut berkisar antara 0,25 sampai 1,5 meter, berdasarkan kriteria hal tersebut masuk dalam kategori rendah,

"Jadi untuk di katakan aman dan tidaknya tergantung dengan kondisi cuaca yang mengakibatkan angin kencang, dan kategori renda aktifitas di laut seperti penyebrangan tidak terlalu terkendala, tapi tergantung juga dengan kondisi kapal karena juga akan berpengaruh dalam kondisi tersebut, " ujarnya.

Terkait dengan kondisi cuaca saat ini, BMKG menghimbau kepada masyarakat Malut khususnya kota Ternate, agar selalu berhati-hati dalam bepergian penyebrangan, karena berdasarkan prakiraan BMKG bahwa di akhir April hingga pada Mei mendatang,

"Akan ada potensi peningkatan curah hujan secara umum di Wilayah Malut, sehingga di harapkan masyarakat Malut agar tetap waspada dan juga selalu menjaga kesehatan, karena saat ini kondisi cuaca kurang baik dan juga dengan adanya wabah Covid-19, olehnya itu masyarakat juga lebih memperhatikan kesehatan, " harapnya. (Du/Red)

Penulis: Danial Umamit
Editor: Redaksi
Photographer: Danial
Sumber: www.lensapost.id

Baca Juga