Salaman Corona Alternatif Jabat Tangan

Hindari Virus Corona, Ma’ruf Amin Perkenalkan Salaman Jabat Tangan

Lensapost.id
Lensapost.id Ma'ruf Perkenalkan Salaman Corona Alternatif Jabat Tangan Wapres Ma'ruf Amin sudah tidak diperbolehkan berjabat tangan, sehingga memperkenalkan salaman corona sebagai alternatif. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengenalkan 'salaman corona' sebagai alternatif jabat tangan di tengah virus corona (Covid-19) yang tengah mewabah di Indonesia. Salaman itu dia cetuskan guna mencegah penularan virus corona.

Salaman corona dilakukan dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada tanpa menyentuh telapak tangan satu sama lain untuk mencegah merebaknya virus corona di Indonesia.

Dikutip dari CNN Indonesia, Ma'ruf memperkenalkan salaman corona saat membuka Musyawarah Nasional V Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi) di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Rabu (11/3/2020).

Ma'ruf sendiri meminta maaf karena tak berjabat tangan dengan orang yang ditemuinya dalam Munas Adeksi. Dia mengaku dilarang berjabat tangan demi mencegah penularan virus corona.

"Saya mohon maaf karena terpaksa salamannya sekarang ini pakai salaman corona. Biasanya ada yang cium tangan, kan ini terpaksa salamannya tak ada cium tangan untuk menangkal corona," kata Ma'ruf.

Diketahui, gaya jabat tangan tanpa saling memegang tangan menjadi tren belakangan ini usai virus corona merebak. Virus corona sendiri bisa ditularkan saat seseorang menyentuh permukaan benda yang terpapar, kemudian tanpa sadar menyentuh mata, hidung atau mulut.

National University of Singapore (NUS) Yong Loo Lin of Medicine beberapa hari lalu mempublikasikan alternatif lain memberikan salam selain jabat tangan secara langsung.

Lewat komik mini, mereka merilis beberapa alternatif memberikan salam yang bisa masyarakat gunakan. Beberapa salam alternatif itu di antaranya melambaikan tangan, mengatupkan kedua tangan di dada atau depan bibir seperti salam orang Thailand, atau bersentuhan siku.

"Dengan menghindari jabat tangan, Anda bisa menekan risiko infeksi. Jadi, adopsi alternatif cara memberikan salam ini," ujar ahli penyakit infeksi, Dale Fisher, yang juga merupakan Direktur Global Outbreak Alert and Response Network WHO, melansir NBC News.

Tak hanya itu, Ma'ruf juga menilai susu kuda liar khas Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ampuh untuk menangkal virus corona. Hal itu ia sampaikan berdasarkan saran dari Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

"Ternyata disini [NTB] ada yang bisa menangkal corona yang ditawarkan pak gubernur yaitu susu kuda liar," kata Ma'ruf.

Susu kuda liar merupakan minuman khas yang berasal dari wilayah Sumbawa, NTB. Susu kuda liar memiliki banyak manfaat terutama untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.

Sejauh ini, telah ada 34 kasus positif virus corona. Ada 2 yang telah sembuh dan 1 warga negara Inggris berusia 53 tahun meninggal dunia.

Pemerintah juga mengumumkan ada 736 pasien dalam pengawasan terkait virus corona. Pasien positif corona termasuk dalam jumlah tersebut. (cnn)

Penulis:

Baca Juga