Yonif RK 732/Banau Gelar Pengobatan Gratis

Lensapost.id
Lensapost.id Satuan Tugas (Satgas) Yonif RK 732/Banau beserta jajaran Perwira, saat menggelar pengobatan gratis dan donor dara di Desa Peot, Kecamatan Sahu, Kab. Halbar (Foto : Sahlan/lensaost.id)

JAILOLO – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI-AD ke 74 tahun 2019, disamping itu juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sehat serta memantapkan kemanunggalan TNI Rakyat, Satuan Tugas (Satgas) Yonif RK 732/Banau beserta jajaran Perwira menggelar pengobatan gratis dan donor dara di Desa Peot, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat, Kamis, (12/12/19).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, RK 732/Banau Letkol Inf Rully Eko Suryawan S.Sos Danyonif beserta istri dr. Dyah Eko Rully Suryawan, Wadanyonif RK 732/Banau Mayor Inf Eko Arif Christiento beserta istri dr. Fitri Eko Arif Crhistiento, Kepala Desa Peot Wanra Dano Ismail beserta Perangkat Desa Peot, Kepala Tata Usaha Puskesmas Sahu Ramla beserta tim sebanyak 5 orang, Jajaran Perwira Yonif RK 732/Banau, Persit Kartika Chandra Kirana Yonif RK 732/Banau cabang XXXIII PD XVI/PTM 15 orang beserta masyarakat Desa Peot yang hadir kurang lebih 130 orang.

Danyonif RK 732/Banau Letkol Inf Rully Eko Suryawan berharap, dengan adanya kegiatan ini diharapkan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat terjalin dengan baik dan kerja sama antara Yonif RK 732/Banau beserta masyarakat bisa meningkat di segala bidang.

“Terimakasih kepada bapak Kades Peot beserta seluruh masyarakat yang sudah hadir dan mendukung kegiatan pengobatan gratis ini. Saya harapkan dengan diadakannya pengobatan gratis ini dapat membantu masyarakat disini dan dapat mengurangi jumlah presentasi angka sakit di desa ini.”terangnya

Kepala Desa Peot Wanra Dano Ismail mengaku, dengan adanya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih dekat dengan anggota Yonif RK 732/Banau dan terjalin hubungan yang erat.

“Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bpk. Danyonif RK 732/Banau beserta anggota karena berkenan mengadakan pengobatan gratis kepada masyarakat Desa Peot.”singkatnya.

Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Sahu, Ramla tentang Penyakit Kusta. Menurutnya, penyakit Kusta adalah penyakit menular yang menahun dan disebabkan oleh kuman Kusta Mycrobactenum Ieprae yang menyerang kulit, saraf tepi jaringan tubuh lainnya.

“Adapun gejala awal penyakit ini adalah kulit berupa bercak putih seperti panu ataupun bercak kemerahan dan pengobatan penyakit Kusta ini harus rutin dilakukan dengan meminum obat yang dikemas dalam blister atau biasa yang disebut MDT yang mana harus diminum selama 1 tahun penuh, jika tidak kuman ini akan semakin menyebar ke seluruh tubuh dan semakin ganas. Selain itu, Kusta dapat menular melalui pernafasan atau kontak kulit yang lama dan hanya sekitar 5 persen yang dapat tertular.”ungkapnya. (Lano)

Penulis: Sahlan Kader
Editor: Mahmud Tanggule
Photographer: Sahlan

Baca Juga