Pemerkosa dan Pembunuh Mendiang Kiki Kumala Akhirnya Divonis Hukuman Mati

Lensapost.id
Lensapost.id Terdakwa Ronal saat di Penjara di Mapolres Soa-Sio Tikep (Foto : Istimewa)

TIDORE - Terdakwa Ronal, akhirnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Soa Sio Tidore, pada sidang pembacaan putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Soasio, Tidore Senin (9/12/2019). Sidang yang dipimpin hakim Ketua Ennierlia Arientwaty SH, itu menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa.

Dikutip dari Posko Malut.com Senin (9/12/2019) menyebutkan Fonis hukuman mati kepada terdakwa oleh Pengadilan Negeri Sosiao, lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut terdakwa penjara seumur hidup.

Terdakwa Ronal saat mejalani sidang putusan (Foto : Istimewa)

Diketahui kasus perkosaan dan pembunahan terhadapat mendiang Kiki Kumala (sapaan akrab Gamaria Kumala) yang terjadi Selasa (16/07/2019) mendapatkan sorotan dan dukungan dari semua elemen masyarakat agar pelaku Ronald dihukum mati.

Perempuan cantik ini diperkosa lalu dibunuh di Desa Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Saat itu Ronald mengendarai mobil Daihatsu Xenia Abu-abu Metalik dengan nomor Polisi DG 1754 KF, guna mencari penumpang lintas Malifut-Sofifi.

Lansiran Posko Malut.com Senin (9/12/2019) juga menguraikan kronologisnya. Saat tiba di Desa Tahane, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara, Kiki Kumala bersama keluarganya menghentikan mobil yang dibawa Robnald, bermaksud pergi ke menuju Sofifi. Dalam perjalanan tetapnya di sekitaran Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara, terdakwa menghentikan mobilnya dan meminta Kiki pindah tempat duduk di tengah. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke Sofifi melewati jalan belakang Desa Guraping, Kecamatan Oba Tengah.

Melihat suasana jalan yang sepi, sekitar pukul 10.15 WIT niat jahat Ronal pun muncul  dengan memberhentikan mobil dan berpindah ke kursi tengah yang ditempati korban, lalu mengambil paksa uang Kiki sebesar Rp 250 ribu. Tidak hanya uang korban yang digasak, pria yang sudah beristri ini pun memerkosa mendiang Kiki Kumala.

Setelah itu  Kiki Kumala mengancam melaporkan perbuatan keji Ronal ke pamannya dan polisi di Sofifi. Mendengar ancaman perempuan muda ini, Ronald pun gelap mata dan memilih mengakhiri hidup Kiki Kumala.

Tersangka mengambil karet lis variasi mobil warna silver di saku belakang salah satu jok dalam mobil di bagian depan dan melilitkan ke leher Kiki, hingga tewas. Mengetahui korban sudah tidak lagi bernyawa, Ronald melanjutkan perjalanannya  sampai ke KM 40. Di sisni, Ronal mengambil terpal cokelat di bagasi belakang mobil dan menutup jenazah Kiki. Setelah itu Ronal melanjutkan perjalanan ke Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah. Tepat di kebun milik warga Dusun Lukolamo, tersangka membuang jenazah Kiki sekitar 5 meter dari jalan raya. Tersangka menutupnya dengan terpal cokelat serta daun kelapa kering dan membuang tas milik korban.

Usai membuang jenazah Kiki Kumala, tersangka kembali ke Weda, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan membuang barang-barang milik korban di kilometer 10—250, jalan poros Weda – Lelilef.

Tak berselang lama setelah melakukan perbuatan kejinya, tersangka Ronald diciduk anggota Reskrim Polsek Tidore Kepulauan (Tikep), Kamis, (18/07/2019), sekira pukul 10.00 WIT di Kelurahan Dokiri, Kecamatan Tidore Selatan.

JPU mengdakwa sebanyak empat pasal kepada Ronal, yaitu  pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun. (pm)

Baca Juga