Sekilas Info

Ada Dugaan Penyalagunaan Dana BOK  di Puskesmas Saketa

Lensapost.id
Lensapost.id Puskesmas Saketa Kecamatan Gane Barat (Foto : Istimewa)

LABUHA – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Kecamatan Saketa Kabupaten Halmahera Selatan senilai Rp,1.075.000.000 miliar diduga di salah gunakan Kepala Puskesmas Darmo Umar.

Dugaan ini ketika Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Korps Pejuang Pemuda Pemudi Indonesia (KPPPI) Halmahera Selatan melakukan investigasi terkait dana BOK di Puskesmas Saketa sejak selasa kemarin  dan menemkan ada indikasi kuat penyalagunaan dana tersebut.

Ketua Bidang Intelijen dan Investigasi DPC KPPPI Halmahera Selatan, Ruslan Abdul menjelaskan adanya dugaan penyalagunaan Dana BOK Puskesmas Saketa, pasalnya Dana BOK Senilai Rp,1.075.000.000 miliar yang di peruntukkan untuk operasional kesehatan di Puskesmas, namun 40 persen dana tersebut harus di setor  40 persen kepada Kepala Puskesmas  melalui Bendahara dari setiap program yang di rencanakan.

“Ada dugaan penyalagunaan yang tidak sesuai juknis terkait pengelolaan Dana BOK Puskesmas Saketa, karena anggaran BOK Senilai satu miliar lebih untuk operasional kesehatan harus di buka 40 persen di setor ke bendahara yang tidak di ketahui penggunaanya,"ungkap Ruslan.

Atas dugaan ini. Ruslan mendesak pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuha agar segera melakukan penyelidikan terhadap penggunaan Dana BOK Puskesmas Saketa.

“Kami mendesak pihak Kejari agar segera melakukan penyelidikan Dana BOK Puskesmas Saketa, pasalnya banyak keluhan pegawai Puskesmas, karena atas penyotoran 40 persen tersebut sehingga kegiatan Puskesmas Saketa menjadi tidak efektif,”tutup Ruslan.

Kepala Puskesmas, Darmo Umar ketika di konfirmasi via Hand Phone  ia membenarkan penyetoran 40 persen untuk Puskesmas dan dari dana tersebut di gunakan untuk kegiatan-kegiatan Puskesmas, Perjalanan Dinas dan Administrasi.

"Iya ada kesepakatan dengan staf untuk 40 persen ke Puskesmas dan 60 persen untuk Progran karena jika mengikuti juknis maka apa yang di laksanakan petugas di bayar sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan dan 40 persen yang di setor ke bendahara itu di gunakan untuk kegiatan-kegiatan Puskesmas, Perjalanan Dinas dan Administrasi," ungkap Darmo.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan Ahmad Radjak ketika di konfirmasi tak  menjawab. (red)

Penulis: Mahmud
Editor: M.Tanggule

Baca Juga