Caffe Bungalow Sumber Bencana

Diduga Tempat Prostitusi Terselubung, Kades Marabose Tantang Kadis DPMPTSP Cabut Izin Caffe Bungalow

Lensapost.id
Lensapost.id Kepala Desa Marabose. Irham A Hanafi (Foto : Istimewa)

LABUHA – Caffe Bungaloww beralih fungsi menjadi tempat Prostistusi terselubung karena telah menyediakan wanita kupu-kupu malam untuk memuaskan lelaki hidung belang, selain menyediakan wanita malam management Caffe Bungalow juga diduga menyediakan Minuman Keras (Miras) jenis Cap Tikus.

Padahal diketahui izin yang dikeluarkan Dinas  Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Halmahera Selatan adalah izin Rumah Makan dan Caffe Keluarga, namun realita dilapangan sangat berbeda dengan izin yang dikeluarkan pihak Dinas Terkait.

Caffe Bungalow yang bertempat tepat di depan kediaman Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Bahrain Kasubah itu tidak mau ambil pusing soal surat izin yang dikeluarkan Pemerintah Daerah melalui Dinas DPMPTSP.

Atas persoalan ini masyarakat setempat menilai Pemerintah Daerah dalam hal ini DPMPTSP terkesan takut kepada pemilik Caffe Bungalow Tiongsan, pasalnya bukan baru kali ini pemilik Caffe Bungalow membangkang terhadap surat izin yang dikeluarkan DPMPTSP tersebut.

Pemerintah Desa bersama Tokoh Adat, Tokoh Agama bersama Babinsa dan Babhinkamtibmas saat melalukan sidak ke Caffe Bungalow (Foto : Istimewa)

Kepala Desa Marabose Irham A Hanafi kepada Wartawan Kamis (17/10/2019) mengatakan, kita Pemerintah Desa bersama tokoh adat, tokoh agama Babinsa dan Babhinkamtibmas sudah pernah melalukan sidak ke caffe Bungalow dan mendapatkan sejumlah minuman keras jenis cap tikus yang beredar luas di dalam caffe tersebut.

“Hal ini terus terjadi. DPMPTSP sebagai instansi pemegang izin operasi harus tindak tegas terhadap pemilik Caffe yang membangkang, kalau bisa izin Caffe Bungalow tersebut dicabut,"tegas Irham.

Sementara Kepala DPM PTSP Nasir Koda mengatakan, kita sudah melakukan sidak dan kita belum temukan cukup bukti untuk mencabut izin Caffe tersebut namun jika itu terbukti kita akan mencabut izinnya," ungkap Nasir.

Diketahui Pemilik Caffe Bungalow juga sudah membuat surat perjanjian dengan DPMPTSP di dalam surat perjanjian tersebut menyebutkan, bila mana kedapatan ada peredaran miras dan menyiapkan wanita pemandu lagu (ledis) maka izin operasinya siap di cabut.(red)

Penulis: Mahmud
Editor: M.Tanggule

Baca Juga