Sekilas Info

DLH Provinsi Malut Gelar Rapat Bersama PT. HJM, Bahas AMDAL

Lensapost.id Suasana rapat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)  dengan PT.Halmahera Jaya Mining (PT. HJM) (Foto : Istimewa)

TERNATE - Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku Utara ( DLH Malut) gelar rapat analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)  dengan PT.Halmahera Jaya Mining (PT. HJM) berlangsung pada kamis (10/10/2019) kemarin di Muara Hotel.

Pertemuan tersebut bertajuk, “Rapat tim teknis dan komisi penilaian dokumen andal rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan lingkungan (RKL. RPL) Rencana pertambangan emas pada wilayah ijin usaha pertambangan eksplorasi (Hoo9ipe05-1) seluas 1500 Ha oleh PT. HJM di kec. galela barat Kabupaten Halmahera Utara dan Kecamatan Loloda tengah Kabupaten Halamahera Barat.

Kajian AMDAL tersebut di hadiri oleh Direktur PT.HJM, komisi penilai amdal, BAPEDA dan melibatkan berbagai unsur elemen masyarakat dari 9 Desa yang berasal dari dua Kecamatan yaitu Desa Ngidiho, Makete, Gotalamo, Duma, Kira, Dokulamo, Soata Baru, Samuda, dan Desa Roko.

Direktur PT. HJM Andy Purnama Tjandra kepada lensapost.id, usai rapat menjelaskan, semua usaha pertambangan di Indonesia atau dimanapun, harus memiliki jenis-jenis ijin usaha dan satu sisi ijin pertambangan harus di lengkapi dengan ijin lingkungan,  karena di bagaimanapun perusahaan punya tangung jawab besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

"Saya pikir kajian AMDAL ini cukup untuk melingkupi semua aspek, jika andal yang di bahas tidak bermasalah maka ijin operasi produksi pun akan mulai diterbitkan"

Ia menjelaskan, untuk tahapannya jika penerbitan ijin sudah keluar maka PT.HJM akan melakukan persiapan pertambangan dan kemungkinan membutuhkan waktu satu sampai 2 tahun untuk membangun infrastruktur pertambangan dan persiapan yang lain agar  tidak ada masalah ke depan. Kata Andy.

Disingung rekrutmen kariawan. Andy mengatakan belum bisa pastikan, “kalau ada yang lokal kenapa harus butuh dari luar,”

Andy mengaku  jika perusahaan telah beroperasi maka saya akan berusaha membuka pendidikan kejuruan untuk melakukan pelatihan pada tenaga kerja.

Sementara itu, Camat Galela Barat Hanafi Otinoru pada waktu bersamaan mengatakan pihaknya sekaligus perwakilan masyarakat sangat mengapresiasi penuh dengan kehadiran PT.HJM olehnya itu dia meminta kepada seluruh elemen masyarakat baik pemerintah,  maupun pihak swasta harus senantiasa bersinergi dalam  menjemput PT.HJM dan mendorong agar dapat memberikan hasil yang di inginkan oleh kita semua.

Jika PT.HJM sudah berjalan, tetap  harus mematuhi kaidah-kaidah yang telah di sepakati dan di inginkan oleh masyarakat dan pemerintah, harapnya.

Menurutnya, dari hasil pemaparan AMDAL oleh konsultan PT.HJM ternyata dokumen tersebut masih banyak kekurangan yang perlu di lengkapi dalam rangka untuk memenuhi kualitas bobot dari dokumen itu untuk memenuhi prasyarat yang akan di jadikan acuan bagaimana pengelolaan perusahan yang akan datang.

Dia meminta kepada konsultan agar tidak bertahan dengan prinsip, tetap konsultan punya nurani yang harus mendengar dan mematuhi saran dan masukan dari berbagai perwakilan elemen masyarakat sehingga dapat memberikan kontribusi dokumen andal yang terbaik.

Camat menambahkan, masyarakat sangat mengiginkan adanya peningkatan kesejahteraan, dan penyerapan tenaga kerja baik yang ada di lokal, regional dan nasional. "kita tidak bisa menutup mata jika kita tidak punya keahlian maka kita tetap menjemput tenaga kerja dari luar".  Namun Kesepakatan tenaga kerja antara masyarakat dengan pemerintah sesuai dalam Andal yaitu 70 lokal dan 30 dari luar.

Selaku camat dirinya senantiasa mengawal, melindungi, dan memotivasi ini suoaya ada sinergi antara pihak perusahaan, konsultan, masyarakat dan pihak pemerintah. Dan jangan ada lintas sektor yang mementingkan diri sendiri dan mengabaikan keinginan masyarakat.

Kepala Bidang penataan dan penaatan lingkungan hidup Provinsi Malut (PPLH)  Wajihudin fabanyo kepada media ini pada Sabtu, 12 Oktober 2019 menjelaskan  Terkait dengan hasil proses AMDAL oleh PT. HJM  yang berlangsung di Hotel muara  pada kamis (10/10/2019) kemarin yang beroperasi di dua Kecamatan tersebut telah selesaI. Tutup Wajihudin. (Hn/red)

Penulis: Hana
Editor: Redaksi Lensapost.id

Baca Juga