Oknum Polisi Polsek Ternate Selatan Diduga Melakukan Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur

Lensapost.id Kantor Polsek Ternate Selatan (Foto : Ist)

TERNATE – Oknum Polisi bernama Oten sapaan Tole yang bertugas di Polsek Ternate Selatan telah melakukan tindak kekerasan terhadap UP alias Alan (16) di salah satu ruangan di Mapolsek hingga bagian pipi kiri mengalami bengkak.

Informasi yang di himpun media ini menyebutkan, Alan bersama kedua rekanya di ketahui telah melakukan kasus pemukulan terhadap salah satu pemuda di Kelurahan Fitu, Kecamatan Ternate Selatan, kejadian tersebut berawal dari korban yang berboncengan motor dengan salah satu temannya, melintasi Ngade, tiba-tiba dengan tidak sengaja teman korban meludah dan mengenai salah seorang teman Alan.

Tak terima baik, kemudian Alan bersama kedua rekanya mengejar dan memberhentikan korban bersama temannya, kemudian saat di tanyakan korban bersama rekannya berbelit belit, sehingga memancing emosi. Alan langsung sotak melakukan pemukulan.

Ketika ditemui di kediamanya di Kelurahan Fitu Sabtu (5/10/2019). Alan menceritakan kronologis kejadinya hingga dirinya di pukul oleh oknum polisi hingga bagian wajah tepatnya di pipi kira mengalami bengkak.

“Awalnya teman saya diludahi tepatnya di jalan tanjakan Ngade, saat itu saya tidak ada ditempat sehingga teman saya menceritakan apa yang baru saja terjadi padanya, untuk itu saya bersama dua teman, mencari teman korban yang ludah, namun hanya kami ketemu dengan korban,”Ujar Alan.

Lanjut dia, saat kami bertanya ke korban bahwa  yang ludah teman saya itu apakah teman kamu atau bukan, dan korban menyembunyikan sehingga saya emosi langsung tampar korban sekali di wajah dan menendang pantat korban, setelah itu korban pergi meninggalkan sepeda motornya, dan setlah itu saya juga pergi, dan sudah tidak tau apa-apa,”ujar.

Setelah itu kata Alan, mendengar kabar kedua temannya sudah berada di dalam ruang tahanan Polsek Ternate Selatan, dirinya langsung bergegas menuju rumah Bhabinkamtibmas namun tidak ketemu dan akhirnya ia ke Polsek untuk menyerahkan diri atas apa yang dia lakukan kepada korban.

“Saat tiba di Polsek saya langsung di masukan ke ruang tahanan Mapolsek pada Sabtu (28/9/2019) bersama kedua rekan saya yang sudah terlebih dahulu masuk, dan selama kurang lebih 3 hari, kami menjalani penahanan tanpa ada Laporan Polisi (LP) dan tiba-tiba ada salah seorang anggota polisi yang berpakain preman membuka pintu sel dan memanggil kami untuk menuju ke ruangan di samping sel,”jelas Alan.

Dikatakanya, saat ke ruang ternyata di dalamnya ada korban bersama keluarga serta oknum polisi tersebut dan kami ditanya kenapa sampai terjadi pemukulan.? Tanya oknum polisi. Alan pun mengakui bahwa, Ia yang melakukan tamparan terhadap korban sebanyak 1 kali di wajah dan 1 kali tendangan di bagian pantat.

Meski sudah megakui keselahannya namun oknum polisi Oten alias Tole tak bias menahan amarahnya dan langsung melakukan pemukulan terhadap Alan bersama kedua rekannya dihadapan korban dan keluarganya.

“Tepatnya hari Selasa (1/10/2019) kami bertiga tiba-tiba di panggil oleh oknum polisi itu masuk ke ruangan di sebelah sel, dan pada waktu itu kami mau persiapan untuk Sholat Dzuhur dan salah satu teman saya sudah selesai Adzan namun om polisi katakan jangan dulu Sholat dan menyuruh kami masuk ke ruangan lantas itu kami ikut masuk ke ruangan tersebut,”ungkap Alan.

Didalam ruangan kami bertiga dipukul, saya di tampar pipi hingga bengkak, di tendang sebanyak 5 kali serta tangan kami di pukuli dengan kayu bulat berwarna hitum, bukan cuman itu, saya sebutan Telinga popo, serta badan panuan (Kurap) dibilang tato, di hadapan korban dan keluarganya,”jelas Alan dengan nada tangis.

Sementara itu Kapolsek Ternate Selatan AKP Catur Erwin Setiawan saat di konfirmasi lensapost.id Sabtu (5/10/2019) visa panggilan WhastAp, membantah atas tuduhan kekerasan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Polsek Ternate Selatan pada Selasa (1/10/2019) pecan kemarin.

Meski korban UP Alias Alan dipukuli oknum Polisi namun alih-alih Kapolsek tetap membantah atas dugaan tersebut.

“tidak ada kekerasan yang dilakukan polisi terhadap tahanan apa lagi anak dibah umur, hanya saja anak itu diberi pelajaran agar tidak melakukan kesalahan lagi”ujar AKP Catur Erwin Setiawan.

Kapolsek menjelaskan, UP alias Alan bersam kedua rekannya itu dikenakan pasal 170 penganiyaan terhadap sala seorang warga Toboko.

“Kasus tuduhan oknum polisi melakukan penganiayan sudah dilaporkan ke Polres Ternate di bagian Propam jadi saya tidak bias berkomentar nanti saya salah lagi,”singkat Kapolsek AKP Catu Erwin Setiawan. (red)

Penulis: Mahmud
Editor: Redaksi Lensapost.id

Baca Juga