Sekilas Info

Miris ! Anggaran BOK Raib

Kadis Didesak Copot Kapus Bajo

Kepala Dinas Kesehatan, Akhmad Rajak Saat Tatap Muka Bersama Dengan ASN dan PTT Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang. [Foto : Ist/Lensa Post]

LABUHA – Pelayanan kesehatan merupakan upaya yang diselenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok dan ataupun masyarakat.

Beda halnya dengan pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang terdiri dari delapan desa diantaranya  Desa Bajo, Batutaga, Kampung Baru, Pasimbaos, Prapakanda, Sawanakar, Tanjung Obit dan Toin, berjalan tidak normal. Hal ini dipicu ketidaktransparansi Kepala Puskesmas Bajo, Hadijah Kaaba dalam pengelolaan anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun 2019.

Anggaran BOK yang seharusnya digunakan untuk menopang jalannya program puskesmas, diduga ada penggelapan yang dilakukan oleh Hadijah Kaaba. Indikasi ini terlihat pada saat pencairan anggaran BOK yang sudah berlangsung selama tiga triwulan tetapi realisasi anggaran dan program tidak terlaksana.

Diketahui, Rabu (11/9/2019) lalu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Halmahera Selatan, Akhmad Rajak telah mengancam seluruh pemegang program yang ada di Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang . Tindakan itu dilakukan pada saat Akhmad Rajak dan beberapa Kepala bidang dilingkup Dinas Kesehatan melakukan Silaturahmi Mendadak (Sidak) Ke Puskesmas Bajo.

Hasil penelusuran dilapangan, Sabtu (21/9/2019), beberapa sumber membenarkan kalau Sidak Kadinkes, dengan tujuan penyelesaian masalah dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2019, “bukannya menyelesaikan masalah, tetapi kami diancam untuk pindah tugas oleh Pak Kadis,” ujar sumber yang enggan disebutkan namannya

Mereka juga mengatakan, pada saat masalah ini digiring ke DPRD Kabupaten Halsel beberapa bulan lalu juga tidak ada tindakan penyelesaian.

“kami dituntut untuk membuat laporan kegiatan yang telah diusulkan dalam RUK berdasarkan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dalam satu tahun. Tetapi usulan kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas dan Bendahara susun tanpa melibatkan kami sebagai pemegang program,” beber salah satu pemegang program pada saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu

Selanjutnya, mengenai isu anggaran BOK yang dibagi-bagikan, “kami keberatan dengan isu ini, kami tidak pernah meminta anggaran BOK untuk dibagi-bagi, tetapi kegiatan yang pernah dilakukan tidak diberikan anggarannya dan besaran anggaran per item kegiatan juga kami tidak ketahui,” tambahnya

Mereka juga membeberkan, dalam silaturahmi mendadak tersebut Kadinkes, Akhmad Rajak melontarkan bahasa ancaman akan memindahkan aparatur sipil Negara (ASN) dan PTT yang notabene pemegang program.

“pekan depan akan ada surat yang akan dilayangkan oleh Dinkes ke Puskesmas terkait pemindahan,” ucapnya sambil mengulangi pembicaraan Kepala Dinas Kesehatan

“Kami berharap Kadinkes agar secepatnya mengambil langkah untuk memindahkan Kepala Puskesmas Hadijah Kaaba karena bagi kami kinerja Kapus tidak mampu merangkul seluruh ASN dan PTT,” pintanya

Untuk diketahui, anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Bajo Kecamatan Botang Lomang tahun 2019 yang tertuang dalam Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) UKM Esensial, total pagu anggaran sebesar Rp 712.120.000,-(tujuh ratus dua belas juta seratus dua puluh ribu rupiah), RPK Manejmen (P1-P3) sebesar Rp 194.600.000,- (seratus sembilan puluh empat juta enam ratus ribu rupiah ), RPK Program BOK PKM sebesar Rp 52.000.000,- (lima puluh dua juta rupiah).

Pencairan anggaran BOK dibagi sebanyak empat triwulan, diantaranya Triwulan I dicairkan sebesar 209,006,000,- (dua ratus sembilan juta enam ribu rupiah). Triwulan II yang di cairkan sebesar Rp 251.231,023,- (dua ratus lima puluh satu juta dua ratus tiga pulu satu ribu dua puluh tiga rupiah), anggaran BPJS sebesar Rp 40,000,000,- (empat puluh juta rupiah) tidak disalurkan untuk kebutuhan jasa Pelayanan dan kebutuhan Obat sehingga ada dugaan kuat anggaran tersebut fiktif. (*)

Penulis: Ilham Mansur

Baca Juga