Illegal Fishing

BOM Ikan Marak di Loloda Kepulauan

Ilustrasi Illgal Fhising

TOBELO - Penanangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak atau BOM, sedang marak terjadi di perairan Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Senin, (23/9/2019).

Tindakan kejahatan itu dilakukan oleh Orang Tidak Kenal (OTK) dengan menggunakan Loangboat jenis Fiber dilengkapi dengan mesin janson Yamaha 40 PK.

Tokoh Pemuda Loloda Sarjan Syarif mengatakan, aktivitas illegal fishing dengan cara mengebom ikan di periran Loloda Kepulauan ini sudah berlansung sejak lama, namun terkesan di abaikan pemerintah setempat.

‘’Padahal disana ada Polair yang bertugas di perairan loloda kepulauan namun hal ini, tidak membuat pelaku pengeboman ikan takut. Buktinya pengeboman terus terjadi tiap minggunya,’’ kata Sarjan kepada media ini di Ternate.

Sarjan mengemukakan, persoalan yang berlangsung sudah sejak lama itu, mestinya menjadi perhatiaan khusus pemerintah Halmahera Utara, karena tindakan tersebut menurutnya merupakan tindakan kejahatan tingkat tinggi yang tidak bisa ditolelir.

‘’Kami warga Loloda kepulaun meminta akar pihak kepolisiaan Halmahera Utara menangkap para pelaku pengeboman ikan tersebut , jangan terkesan dibiarkan begitu saja,’’ tegas Sarjan.

Kasat Polair Polres Halmahera Utara, Iptu M.Iqbal Basahona ketika dihubungi lensapost.id ia mengakui, pengeboman ikan di perairan Loloda Kepulauan sudah berlangsung sejak lama. Menurut dia, pihaknya telah berupaya melakukan penangkapan terhadap para pelaku namun belum juga berhasil diringkus.

Ia juga menuturkan, Rata-rata pengeboman itu berlangsung di pulau Tobo-Tobo dan pulau Dama, kami sudah tiga kali melakukan pengejaran namun belum berhasil.

"Anehnya jika kami mulai beroprasi kebaradaan kami di ketahui, kami menduga ada jaringan mereka (pelaku pemgeboman) yang terbangun di di Desa-Desa, padahal dukungan masyarakat terhadap kami sangat besar,"cetus Iqbal.

Pelaku pengeboman itu, kata Iqbal, dalam melaksanakan aksinya dengan cara berkelompok menggunakan Loangboat bermesin Jonson 40 PK.

"Mereka itu sering datang tiga Loangboat, berwarna Abu-Abu dan mesin jonsonya masing-masing 3 buah,‘’katanya.

Sementara itu Kapolres Halmahera Utara AKBP Arief Kus Hadriyanto, baru-baru ini di Ternate menegaskan, terkait pengeboman ikan yang lagi marak di Kecamatan Loloda Kepulauan, Halmahera Utara itu pihaknya akan bertindak tegas.

"Terkait pengeboman ikan kami tidak tolelir karna itu sangat berdampak pada masyarakat,’’katanya.

Orang nomor satu di Polres halut itu meminta dukungan kepada masyarakat Loloda Kepulauan agar bekersama dengan pihak kepolisian dalam memberantas pengeboman ikan tersebut.

"Kami berharap ada dukungan dari masyarakat sekitar untuk tetap memantau kejahatan pengeboman ikan yang dilakukan itu, dan terus berkoordinasi dengan kami,” harapnya. (*)

Penulis:

Baca Juga