Sekilas Info

Tim Fasilitator Kotaku Gelar Pelatihan Cluster Di Kecamatan Oba

Suasana Pembukaan Pelatihan Cluster "Aparat Kelurahan dan Desa" Yang Dibuka Langsung Oleh Camat Oba, Halid Tomaidi, Sabtu (21/9/2019). [Foto : Aji/Kotaku/Lensa Post]

TIDORE – Dalam rangka mewujudkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Tim Fasilitator Kotaku Tikep mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas (pelatihan) Cluster bagi aparat kelurahan dan Desa, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) dan Unit Pengelola Lingkungan (UPL) di lokasi dampingan Kotaku yakni Kecamatan Oba. Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Halid Tomaidi selaku Camat Oba Tikep di Aula Kantor Kecamatan, Sabtu (21/9/2019).

Camat dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai peran Pemerintah sebagai Nakhoda dalam penanganan dan penanggulangan masalah kumuh, membangun kolaborasi untuk mencapai 0 Ha luasan kumuh yang ada di wilayah perkotaan.

Selain itu, pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, tujuan lainnya adalah demi meningkatkan pemahaman mengenai indikator keberhasilan program, dan meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan pengaduan masyarakat (PPM),” tambahnya

Pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, terhitung sejak tanggal 21-22 September 2019 ini, berlangsung di Kantor Camat Oba Kota Tidore Kepulaun dan hadir sebagai peserta adalah aparat kelurahan dan Desa, Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Tim Inti Perencanaan Partisipatif (TIPP) dan Unit Pengelola Lingkungan (UPL).

Kepada media ini, Ketua Panitia Pelatihan Cluster, Yunita M. Nur menjelaskan bahwa, kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat dan pemerintah desa/kelurahan, kecamatan dan pemerintah daerah.

Dia mengatakan kegiatan pelatihan diikuti oleh perwakilan setiap desa/kelurahan diantaranya Kelurahan Payahe, Desa Lola, Desa Kususinopa dan Desa Oba, “peserta dalam pelatihan tersebut masing-masing dari aparat kelurahan, desa, LKM, Tim TIPP dan UPL,” ujar Yunita yang juga pengurus Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kelurahan Payahe.

Selanjutnya, pada hari pertama pembukaan kegiatan pelatihan, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Lurah Payahe, Safrudin Nasir, S.Sos dengan tema diskusi, “Pemda Sebagai Nahkoda” dan Fadlan K. Hamdja, SP, M. Si selaku Pemerhati Lingkungan dengan tema diskusi, “Kolaborasi Penanganan Kumuh”.

“memang benar kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama kami memulai dengan diskusi tetapi dengan tema yang berbeda. Dihari kedua besok kami focus full dalam pelatihan,” terang Yunita

Terpisah, Koordinator 4 Tim Fasilitator Kotaku,  Fajri K. Hamdja, saat dikonfirmasi mengenai pelatihan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini tentunya membutuhkan kolaborasi antar lembaga dan masyarakat dalam penuntasan Kumuh.

Dalam penuntasan kumuh, lanjut Fajri, “semua pihak dituntut untuk berkolaborasi agar apa yang di cita-citakan dapat terwujud, sesuai dengan arahan pemerintah pusat terkait satu data, satu peta dan satu perencanaan sehingga dapat terwujudnya gerakan 100% Air bersih yang layak 0% kawasan kumuh teratasi 100% sanitasi layak,” jelas Fajri saat dikonfirmasi, Sabtu (21/9/2019).

Koordinator 4 Tim Fasilitator Kotaku, Fajri K. Hamdja juga berharap peran Lurah maupun Kades selalu memberikan dukungan dan jaminan agar pelaksanaan program di wilayah kerjanya dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan yang berlaku, memfasilitasi terselenggaranya pertemuan masyarakat dalam upaya penyebarluasan informasi/sosialisasi dan pelaksanaan program, penerapan pengelolaan dampak lingkungan dan sosial, termasuk memonitor dan mengarsipkan dokumen terkait.

“untuk meningkatkan kualitas permukiman kumuh di tingkatan kelurahan dan desa, maka melalui kegiatan ini kami semua berharap ada kolaborasi sehinga di tahun 2019, Kota Tidore Khususnya Kecamatan Oba bebas dari pemukiman kumuh,” Pungkasnya. (*)

Baca Juga