Kalrifikasi

Pembangunan Air Bersih Desa Rabut Daio Berdasarkan Musdes Dan Sesuai RAB DD 2018

Kepala Desa Rabut Daio Abdurahman Walanda (Foto Istimewa)

LABUHA – Pembangunan Air bersih Desa Rabut Daio Kecamatan Makian Pulau Kabupaten Halmahera Selatan, berdasarkan hasil musyawara Desa dan pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2018, sehingga pekerjaan tersebut di lanjutkan proyek sebelumnya yang sudah dibangun Pemerintah Provinsi atas kesepakatan dalam Musdes.

Kepala Desa (Kades) Rabut Daio Abdurahman Walanda, ketika ditemui media ini senin (17/9/2019) mengatakan, pekerjaan pembangunan air bersih Desa Rabut Daio yang bersumber dari Dana Desa (DD) senilai Rp,150,000,000,00 juta, itu tidak bermasalah karena item pekerjaan semuanya dikerjakan berdasarkan RAB,”jelas Kades.

Sebelumnya pekerjaan pembangunan air bersih tersebut, di beritakan Media online yang menyebutkan ada indikasi korupsi pada pekerjaan pembangnan air bersih itu tidak benar, sebab sala satu item pekerjaan yakni mesin pompa air, yang di gunakan hanya uji coba, namun sebenarnya kita menggunakan modul bukan mesin pompa.

“Mesin Modulnya kita sudah lakukan pengadaan dan hari ini sudah sampai di Desa Rabut Daio, jadi bukan mesin pompa yang kita gunakan, munkin sehari dua masyarakat sudah menikmati karena akan segera dipasang untuk di fungsikan,”ujarnya.

Kades juga membantah atas tuduhan dirinya yang diduga melakukan tindak pidana Korupsi, serta dituduh atas pekerjaan itu telah menggunakan jasa kontraktor itu tidak benar.

“Pekerjaan Pembangunan air bersih itu saya menggunakan teknisi dari luar itu benar, akan tetapi bukan kontraktor karena teknisi yang saya pakai itu pribadi bukan secara lembaga, dan para pekerjanya merupakan warga Desa Rabut, memeng sebelumnya saya telah berkoordinasi dengan teknisi yang ada di Desa namun yang bersangkutan sibuk karena memiliki banyak pekerjan,”terang Kades Abdurahman.

Kades Abdurahman Walanda menjelaskan,  pada tahun anggaran 2018 Pemerintah Desa Rabut Daio telah menganggarkan pembangunan air bersih melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 150,000,000,00 juta melalui Musdes dan hasil yang disepakati masyarakat bahwa menyepakati untuk melanjutkan proyek yang dibangun Pemerintah Provinsi karena proyek tersebut tidak berfungsi sehingga insiatif masyarkat untuk melanjutkan itu agar terlihat tidak mubajir.

"Saya anggarkan untuk air bersih melalui DD senilai Rp,150 juta. Namun hanya bayar kontraktot dan beli mesin pompa dan pipa air, karena sumurnya sudah ada di 2018 melalui bantuan provinsi,"kata Abdurahman Walanda kepada lensapost.id.

"Soal proyek air bersi bantuan Provinsi Kata Kades Abdurahman Walanda, "itu hanya pengeboran sumur dan informasi yang saya terima anggaran tersebut nilainya Rp,100 juta sekian sehingga saya anggarakn untuk kelanjutan melalui Dana Desa itu agar kita fungsikan untuk masyarakat setempat,”cetusnya (red)

Penulis:

Baca Juga