Sekilas Info

Capai 2 Kursi Dipileg, Bahrain Akhirnya Dipecat dari Ketua DPK PKPI Halsel

Bupati Kabupaten Halmahera selatan Bahrain Kasuba (Foto Istimewa)

LABUHA - Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia ( PKPI) Bahrain Kasuba akhirnya di Pecat dari ketua DPK PKPI Halsel lantaran pada pemilu legislatif (Pileg) kemarin hanya capai dua kursi.

"Pergantian Ketua DPK PKPI Halsl merupakan langkah evaluasi pasca pileg, sehingga DPP PKPI Maluku Utara telah mengeluarkan SK nomor 002.E/SKEP/DPP/PKP-I/MALUT/VIII/2019 tertnggal 27 agustus terkait pemberhentian ketua DPK PKPI Halsel Bahrain Kasuba mengangkat mengangkat Wirayawan Arif sebagai Ketua dan Apeles Kemor sekretaris DPK PKPI Halsel,"jelas Wakik Ketua Bidang OKK DPP PKPI Malut yang juga Korda Halsel Islad H.Ismail kepada lensapos.id selasa (10/9/2019).

Menurut Korda DPP PKPI Hals mengatakan, evaluasi ini merupakan ikhtiar penyelamatan partai.

"Ada masalah internal tingkat bawah sehingga partai mengalami stagnissi yang luar biasa sehingga kami telah memediasi dan meminta kepada saudara Ketau DPK Bahrain untuk segera melakukan komunikasi dan rekonsoliasi, namun tidak di lakukan sama sekali,"terang Islad.

Padahal sesuai laporan kata Islad, bahwa sejak kepimpinan Bahrain roda organisasi partai tidak jalan, atas laporan itulah kami melakukan investigasi dan ditemukan ketua Bahrain terkesan tidak aktif dan tidak bertanggung jawab mulai dari rapat maupun konsolidasi partai lainnya.

"Ini dapat di buktikan hasil pileg hanya 2 kursi dari 5 dapil di Halsel selain itu bukti lain yang kami temukan ada bukti rekaman video bahwa Ketua Bahrain bekerja dan mengarahkan dukungan dalam pileg 2019 lalu kepada Caleg partai lain,"ungkap Islad.

Atas persoalan itu, pengurus tingkat harian DPK Halsel melakukan pleno pemberhentian saudara Bahrain dari ketua dan penyampain resmi pemberhentian Bahrain dalam bentuk berita acara pleno yang ditandatangani seluruh pengurus DPK PKPI Halsel atas pemberhentian Bahrain.

"Sehingga DPP menyikapi dan memberi arahan untuk rekonsoliasi pengurus namun Bahrain tidak menggubris dan tidak melakukan kordinasi tingkat Provinsi," kata islad.

Islad menuturkan, Padahal awalny DPP telah memediasi penyelesaian hanya saja berita acara hasil pleno telah di sampaikan sejumlah pengurus DPK dan di tembuskan k DPN pusat.

Makanya sesuai hasil kordinasi dengan DPN meminta untuk segera di selesaikan berdasarkan AD/Art partai menyelesaikan masalah mulai dari pemberhentian dan pengangkatan pengurus harian tingkat DPK dapat di lakukan oleh DPP sesuai hasil kordinasi DPN mengarahkan untuk di selsaikan sesuai dengan aturan.

"Untuk itu,DPP langsung melakukan rapat pleno yang melahirkan keputusan untuk mengevaluasi saudara Bahrain dari Ketua DpK PKPI Halsel melalui kajian dalam AD/Art Bab IX psl 19 Huruf c tentang kepdulian dan taggung jawab dalam menjalankan tugas partai dan ART Bab XI psl 27 1,2,3,4 & 7 tentang Kewajiban dan Hak Anggota partai.. saudara Bahrain di anggap telah melakkan tindakan inkonsistensi maka kami putuskan untuk diberhentukan,"tegas Islad. (red)

Penulis:

Baca Juga