Diduga Korupsi Anggaran Air Bersih, Polres Halsel Diminta Periksa Kades Rabut Daio

Pembangunan air bersih Desa Rabut Daio Makian Pulau (Foto Kades Rabut Daio)

LABUHA - Kepolisian Resort Polres Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) diminta menyelidiki kasus dugaan korupsi pembangunan air bersih Desa Rabut Daio Kecamatan Makian Pulau yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2018 senilai Rp 150,000,000,00 juta.

Dugaan kuat korupsi anggaran air bersih tersebut karena Kepala Desa (Kades) Rabut Daio Abdurahman Walanda mengadakan belanja barang tidak sesuai RAB sehingga air bersih belum juga dinikmati masyarakat Desa Rabut Daio.

"Saya mewakili masyarakat Desa Rabut Daio neminta Polres Halsel agar seger menyelidiki dugaan kasus korupsi terhadap anggaran pembangunan air bersih karena proyek yang bersumber Dana Desa (DD) senilai Rp 150 juta ini tidak sesuai RAB dan terdapat banyak kejanggalan,"ungkap sumber yang tidak mau namanya dipublis keada lensapost.id di lokasi pembangunan air bersih Desa Rabut Daio minggu (8/9/2019).

Menurut sumber bahwa, pada 2018 lalu Kepala Desa Rabut Daio Abdurahman Walanda telah menganggarkan pembangunan air bersih melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 150,000,000,00 juta. Namun anggaran sebesar itu hanya membeli pipa air 1/2 untuk pemasangan jaringan ke rumah warga dengan jumlah rumah sebanyak 200 rumah sekian di Desa Rabut Daio serta membeli satu unit mesin pompa.

Sumber juga menyebutkan, sumber air atau sumur bor yang akan disedot merupakan proyek dari Provinsi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 lalu, senilai Rp,6 miliar sekian proyek tersebut satu paket dengan air bersih di Desa Gurup Kecamatan Makian Pulah, namun Kades Abdurahman Walanda dengan sengaja menggunakan DD untuk kelanjutan proyek Provinsi untuk menutupi temuan dan mengatasnamakan proyek yang bersumber dari DD.

"Satu unit mesin pompa air yang digunakan tidak bisa berfungsi karena kapasitas kecil, sehingga tidak mampu menarik air dari sumur untuk menyalurkan ke bak induk, sementara pipa induknya sudah ada dari proyek sebelumnya, hal ini diduga kuat ada unsur korupsi pada pembangunan air bersih senilai puluhan juta rupiah sehingga kamj meminta polisi segera menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi yang di lakukan Kades Abdurahman," cetus sumber.

Sementara Kepala Desa Rabut Daio Abdurahman Walanda saat dikonfirmasi media ini mengatakan saya sudah bekerja sesuai RAB dan menyangkut air bersih belum berfungsi nanti saya anggarkan pada 2020.

Saat ditanya soal anggaran Rp,150 juta ia membenarkan, bahwa dari anggaran itu memang benar adanya untuk pipa ukuran 1/2 di peruntukan jaringan air rumah ke rumah dan mesin pompa air.

"Memang benar DD senilai Rp,150 juta. bayar tega ahli dari kontraktot dan beli mesin pompa dan pipa air ukran 1/2, karena sumurnya sudah ada di 2018 melalui bantuan Provinsi," aku Abdurahman Walanda.

Ia juga membenarkan, hingga saat ini masyarakat belum menikmati air bersih.
"Kita akan lanjutakn di 2020 untuk anggaran baru jadi harus bertahap sebab kalau kita bangun satu kali anggaran kita tidak cukup," katanya," tutupnya. (red)

Penulis:

Baca Juga