Kades Rabut Daio Diduga Korupsi Dana Pembanguna Air Bersih

Pembangunan air bersih Desa Rabut Daio Kec.Makian Pulau Kab.Halsel (Foto Istimewa)

LABUHA - Kepala Desa (Kades) Rabut Daio Abdurahman Walanda diduga melakukan tindak pidana korupsi terhadap anggaran pembangunan air bersi Rabut Daio Kecamatan Makian Pulau Kabupaten Halmahera Selatan senilai puluhan juta rupiah. Dugaan tersebut lantaran pembangunan air bersih Desa tersebut hingga sekarang belum juga dinikmati masyarakat setempat.

Diketahui pada tahun anggaran 2018 Kepala Desa Rabut Daio Abdurahman Walanda telah menganggarkan pembangunan air bersih melalui Dana Desa (DD) senilai Rp 150,000,000,00 juta.

Informasi yang diterima media ini dari sumber masyarakat Deasa Rabut Daio yang tidak mau namanya di publis menyebutkan, bahwa air bersih tersebut. Sumber air yang akan disedot merupakan proyek dari Provinsi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 lalu, senilai Rp,6 miliar sekian proyek tersebut satu paket dengan air bersih di Desa Gurup Kecamatan Makian Pulah, namun Kades Abdurahman Walanda dengan sengaja menggunakan DD untuk kelanjutan proyek Provinsi untuk menutupi temuan dan mengatasnamakan proyek yang bersumber dari DD.

Sementara itu sumber juga mengatakan, anggaran DD senilai Rp 150 juta tersebut Kades Abdurahman Walanda hanya membeli satu pompa air dan pipa untuk pemasangan jaringan rumah ke rumah karena pipi induknya sudah ada dari proyek sebelumnya. Namun mesin pompa air tidak bisa berfungsi karena kapasitas kecil, sehingga tidak mampu menarik air dari sumur untuk menyalurkan ke bak induk, hal ini diduga kuat ada unsur korupsi pada pembangunan air bersih senilai puluhan juta rupiah.

"Anehnya lagi pekerjaan pembangunan air bersih di kerjakan pihak Kontraktor dan para pekerja rata-rata dari luar Desa Rabut daio. Atas konspirasi busuk yang di lakukan Kades Abdurahman Walanda dan pihak kontraktor telah melanggar undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Otonom Desa dengan tujuan mengatasi permasalahan ekonomi dan untuk kesejahteraan masyarakat di Desa tersebut,"ungkapnya.

Kepala Desa Rabut Daio Abdurahman Walanda saat ditemui minggu (31/8/2019) dikediamannya di Desa Rabut Daio Kecamatan Makian Pulau membenarkan bahwa, anggaran pembangunan air bersih tersebut dianggarkan tahun 2018 sdnilai Rp 150 juta.

"Memang benar 2018 itu saya anggarkan untuk air bersih melalui Dana Desa (DD) senilai Rp,150 juta. Namun hanya bayar kontraktot dan beli mesin pompa dan pipa air, karena sumurnya sudah ada di 2018 melalui bantuan provinsi," aku Abdurahman Walanda kepada lensapost.id.

Soal proyek air bersi bantuan Provinsi Kata Kades Abdurahman Walanda, "itu hanya pengeboran sumur dan informasi yang saya terima anggaran tersebut nilainya Rp,100 juta sekian sehingga saya anggarakn untuk kelanjutan melalui Dana Desa,".

Ia juga menjelaskan, hingga saat ini masyarakat belum menikmati air bersih karena kapasitas mesin pompa besar sementara resapan airnya sedikit sehingga saat penarikan air langsung kering.
"Kita akan lanjutakn di 2020 untuk anggaran baru jadi harus bertahap sebab kalau kita bangun satu kali anggaran kita tidak cukup," katanya.

Keterangan yang di sampaikan Kades Abdurahman Walanda tidak sesuai fakta lapangan, karena anggaran Rp,150 juta untuk pembangunan air bersih pihaknya hanya membeli pipa ukuran 1/2 untuk pemasangan jaringan rumah ke rumah dan mesin pompa air serta pembayaran teknisi.

Sementara pipa induk sudah dibangun melalui proyek provinsi 2018 lalu. Selain itu Mesin pompa air tersebut tidak sesuai karena kapasitasnya kecil sehongga tidak mampu menarik air dari sumur ke Bak induk. anggaran yang di anggarkan juga tidak sesuai dengan pengadaan barang yang di sediakan untuk fasiltas air bersih. (red)

Penulis:

Baca Juga