Sekilas Info

Pemilik Agen Sub Minyak Tanah di Morotai Abaikan SK Bupati

Ilustrasi
DARUBA – Sejumlah Agen Sub Pangkalan Minyak Tanah (MITA) bersubsidi di Kabupaten Pulau Morotai mengabaikn Surat Keputusan (SK) Bupati Pulau Morotai terkait Harga Enceran Tertinggi (Het) karena beberapa Agen tersebut diduga melakukan manipulasi dalam penetapan harga.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan terdapat pangkalan yang menjual MITA bersubsidi tidak sesuai dengan Harga Eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan melalui SK Bupati Nomor: 505/134/KPTS/PM/2019 tentang penetapan harga eceran tertinggi bahan bakar minyak tanah.
Di Kecamatan Morotai Selatan (Morsel) misalnya, harga Mita ditetapkan sebesar Rp. 4.250 per liter tetapi di pangkalan dijual dengan Harga per liter Rp. 5.000. Hal tersebut dibenarkan oleh Riswan Kurung salah satu warga Desa Totodoku Morsel. Menurutnya, ini tidak sesuai dengan standar HET yang sudah ditetapkan oleh Pemkab Pulau Morotai.
“Harga minyak yang sebenarnya kan Rp. 4.250, tapi yang di Desa Totodoku di jual Rp. 5.000/liter, lalau HET yang di tetapkan oleh Pemkab itu untuk apa,” ujarnya.
Riswan juga menyebut, harga minyak tanah per liter Rp. 5.000 itu sempat di umumkan di Mesjid totodoku pada Minggu (25/8) lalu.“Hari minggu kemarin juga mereka (dong) sempat kasi pengumuman di Mesjid, katanya harga minya per liter Rp. 5.000, padahal semestinya Rp. 4.250/liter,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindakop dan UMKM Pulau Morotai Welhelmus Sahuleka mengatakan, harga minyak di pangkalan bisa saja naik jika harga di Agen Sub naik.
“Bisa saja karena Agen Sub yang menaikan, lalu pangkalan juga naik. nanti hari ini kami cek sekaligus teguran untuk mereka yang menaikan,”katanya.
ketika dikonfirmasi, Selesa (27/8).Welhemlus mengaku terkait kenaikan harga tersebut sudah mendapat informasi bahwa memang pangkalan menjual minyak tanah dengan harga Rp. 5.000/liter.
“Sudah dapat informasi bahwa memang mereka semua jual Rp 5.000, karena sub agen jual ke mereka 4.500, besok kami akan buat pemanggilan ke sub agen dan pangkalan serta kami laporkan ke Bupati bahwa mereka jual tidak sesuai HET yg dikeluarkn Bupati,”tegasnya.
“Masalah ini bukan baru terjadi, tetapi sudah berulang-ulang sehingga sudah dilakukan peneguran melalui surat resmi,”sambungnya.
Dari data yang di dapatkan, dalam satu bulan Mita yang masuk di Morotai sebanyak 260 ton, ini diberikan ke tujuh Agen Sub diantaranya, Perusda niaga pasifik untuk wilayah Morotai jaya dan Morotai Timur, Dedi Darussalam CV. Khita Pusaka dan Iklas Koco CV. Safaat untuk wilayah Morotai Selatan, Arifin Liem CV. Satu Putra wilayah Morotai utara, Satria Paladua CV. Cahaya Moro untuk wilayah Morselbar, Stven Manise CV. Tanjung Pratama untuk wilayah pulau Rao. (Fik)
Penulis:

Baca Juga