Soal Tapal Batas Desa Acango dan Hoku-Hoku Halbar Saling Tarik Menarik

Suasana rapat antara perwakilan Desa Acango dan Desa Hoku-Hoku bersama Pemda Halbar (Foto:Jojo/lintasmalut.net)

Hal itu terlihat saat pertemuan yang digelar di ruang rapat Sekretaris Kabupaten Kamis (22/8), yang dihadiri Asisten I Halbar Vence Muluwere, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa (DPM-PD) Asnath Sowo, Staf Ahli Bidang Hukum Deny Kasim, Kabag Pemerintahan Ramli Naser serta perwakilan masyarakat Desa Acango dan Hoku-Hoku.

Dalam pertemuan itu, Kepala Desa Acango Amin Guret menyatakan, masyarakat Desa Acango merupakan transmigrasi dari Kota Manado sebanyak 17 Kepala Keluarga (KK). Kehadiran transmigrasi saat itu berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1960 dan berdasarkan UU tersebut, ada enam orang keturunan Tionghoa, dari enam orang tersebut, empat orang Tionghoa mendapat lahan 20 hektar lahan.

“Lahan 20 hektar itu dibuat lahan pertanian oleh 17 KK transmigrasi dari Manado,” ungkapnya.

Lahan seluas 20 hektar itu, Kata Amin, sudah dibuat sertifikat dan setiap tahun mereka membayar pajak, sehingga kalau waktu itu lahan tersebut milik warga Hoku-hoku, maka sudah dibuat kebun dan sudah di komplain, tetapi kenapa baru sekarang dipermasalahkan.

“Sudah 56 tahun sejak tahun 1964, kita mendiami Desa Acango, jangan dikira kami pendatang sehingga baru sekarang dipermassalahkan. Kami berharap Pemkab jangan buat keputusan sepihak,”katanya.

Sementara, Kades Hoku-hoku Kie Jhon Tcira berharap, penetapan batas Desa harus berdasarkan historis wilayah, jangan berdasarkan dimana lahan milik masyarakat yang ada di Desa Acango.

“Batas desa tidak boleh berpatokan lahan kebun milik masyarakat, tapi harus berdasarkan historis batas wilayah,” harapnya.

Terpisah, Asisten I Vence Muluwere, memastikan satu minggu kedepan batas desa Hoku-hoku dan Acango sudah bisa diselesaikan, dirinya meminta kedua Desa membuat peta wilayah masing-masing sesuai batas alam atau menggunakan alat digital yang nantinya dijadikan peran wilayah.

“Secepatnya peta ke dua desa disampaikan, sehingga pertemuan yang akan dilaksanakan Senin (26/8) pekan depan sudah bisa dibahas,”pungkasnya. (Jojo)

Penulis:
Editor: redaksilensa

Baca Juga