Zainal Sebut Rafik Kailul, Cari Muka dan Sok Pahlawan

Ativis Maluku Utara .Zainal Ilyas

TERNATE – Stegmen Rafik Kailul juru bicara Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang menyatakan aksi demonstrasi dilakukan Front Perjuangan Anti Korupsi (FPAK) terkait dugaan pelanggaran proyek dan dugaan korupsi di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Malut beberapa waktu lalau. Merupakan pesanan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Menanggapi stegmen tersebut, Ketua FPAK Zainal Ilyas mengatakan, Rafik tidak memiliki kapasitas dan kewenangan untuk berbicara.

“Kita tidak mempersoalkan Pemuda Pancasila, yang kita masalahkan itu di Disperkim lalu Rafik kapasitasnya sebagai apa dan bebicara seperti itu,”katanya saat ditemui di Cafe Pandock, Kelurahan Mangga Dua Ternate, Rabu (21/8).

Menurut Alan sapaan akrab Zainal Ilyas, seharusnya secara integritas dari pihak Disperkim yang memiliki kewenangan berbicara untuk memberikan klarifikasi.

“Yang harus mengklarifikasi itu Perencanaan, pengawas, PPK atau KPA dari Disperkim. Bukan Rafik, orang yang tidak tahu dari mana kemudian bicara seakan-akan bahwa dia mewakili Disperkim,” ujarnya.

Alan juga menyayangkan sikap Rafik memberikan klarifikasi soal gerakan pemberantasan anti korupsi yang menyoroti dugaan dan indikasi di Disperkim.

“Saya perlu sampaikan di Rafik, coba tolong direnungi kembali bahwa ada ini siapa, apa kapasitas anda tiba-tiba berbicara klarifikasi gerakan yang kami lakukan, janganlah bicara seperti ini seakan-akan cari muka di pejabat kemudian sok tahu atau mau jadi pahlawan kasiangan,”tandasnya.

Gerakan aksi yang dilakukan ini. Sambung Alan, tidak ada tendensius dari SKPD manapun yang kemudian menunggangi.

“Silahkan kalau dia mengatakan bahwa gerakan ini ditunggangi kita minta dia buktikan, kalau dalam waktu tempo ini Rafik tidak mampu buktikan bahwa gerakan ini menjadi pesanan SKPD, kita akan memproses karena ini jelas pencemaran,”tegasnya.

“Aksi yang kami lakukan terkait indikasi dan dugaan itu kita beranjak dari sebuah data, tidak mungkin kita melakukan pergerakan itu tampa anlisa data. Analisa data kita cukup clear, yang pertama pembangunan gedung PKK, Landmark dan pembangunan Graha Cinta,”tambahnya. (red)

Penulis:

Baca Juga